
Wali Kota Zohran Mamdani (yang merupakan wali kota pertama Muslim di NYC) baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik perhatian media global. Dalam pidatonya tentang kebijakan imigrasi, ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang dibangun atas narasi migrasi, lalu mengutip Hijrah Nabi Muhammad ﷺ (perpindahan dari Mekkah ke Madinah) sebagai contoh moral tentang welcoming the stranger (menerima orang yang datang mencari perlindungan)
Intinya:
- Ia mengaitkan kisah Hijrah dengan ide untuk memperlakukan migran dan pengungsi dengan belas kasih, perlindungan, dan martabat.
- Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara interfaith breakfast (pertemuan antar-agama), di mana ia juga membahas ajaran dari agama lain untuk memperkuat pesan moral-etisnya
Latar Belakang Konteks
- Pernyataan ini muncul saat Mamdani menandatangani executive order yang mempertegas perlindungan bagi imigran di NYC, seperti membatasi akses ICE (US Immigration and Customs Enforcement) tanpa surat perintah pengadilan di properti kota seperti sekolah, rumah sakit, dan shelter.
- Ia menyampaikan bahwa ajaran agama (termasuk dari Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha) memiliki pesan moral serupa tentang mengasihi dan melindungi orang asing atau pendatang
Reaksi Publik dan Kontroversi
Pernyataan ini memicu perdebatan besar di media dan media sosial, terutama di Amerika Serikat:
- Beberapa pihak mengkritik bahwa ia “menggabungkan ajaran agama dengan kebijakan publik,” melihatnya sebagai langkah yang kontroversial dalam konteks sekularisme pemerintahan.
- Ada juga reaksi yang lebih tajam dari lawan politik yang menafsirkan pernyataannya secara negatif atau sensasional.
- Sementara itu, banyak pendukung melihat pidato tersebut sebagai bentuk penekanan pada prinsip kemanusiaan dan toleransi antar-umat beragama.
🚨 BREAKING: Terrifying sight as NYC Mayor Zohran Mamdani calls on America to look to ISLAM and the "Prophet Muhammad" to support a pro-mass migration stance
"Islam is built on migration."
ABSOLUTELY NOT!
We need to repel Islam from America!pic.twitter.com/W5R6vpHKRN
— Eric Daugherty (@EricLDaugh) February 6, 2026
Makna Utama dari Pernyataan Ini
- Hijrah sebagai simbol moral:
Mamdani menggunakan kisah Hijrah bukan sebagai komentar teologis semata, tapi sebagai contoh sejarah migrasi yang menghasilkan komunitas dan solidaritas sosial. - Imigrasi sebagai isu kemanusiaan:
Ia mencoba menggeser wacana imigrasi dari sekadar politik ke dimensi etika dan kemanusiaan, dengan merujuk pada ajaran agama-agama besar tentang melindungi yang lemah dan pendatang. - Respon publik yang dibelah:
Topik ini menjadi simbol bagaimana pembicaraan agama dan kebijakan publik dapat memicu debat kuat, terutama di negara dengan konstitusi yang memisahkan agama dan negara
Kenapa Banyak orang sekarang ini berbondong bondong masuk Islam ?
Banyak orang memeluk Islam saat ini karena menemukan kedamaian spiritual, ajaran yang rasional, serta komunitas yang suportif. Islam dianggap menawarkan jawaban atas kekosongan hidup, nilai-nilai universal seperti keadilan dan perdamaian, serta memberikan struktur moral dan disiplin yang sehat. Faktor lain meliputi keindahan Al-Qur’an dan kemudahan prinsip dasarnya.
Banyak orang di berbagai belahan dunia saat ini memutuskan untuk memeluk Islam karena kombinasi faktor spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa tren ini terjadi:
1. Pencarian Jawaban Intelektual dan Ilmiah
Banyak mualaf merasa ajaran Islam sangat logis dan tidak bertentangan dengan akal sehat.
- Keajaiban Al-Qur’an: Penemuan pola angka yang presisi dan fakta ilmiah (seperti embriologi dan astronomi) dalam Al-Qur’an yang sudah ada sejak 1.400 tahun lalu menjadi daya tarik bagi kaum intelektual.
- Ketauhidan yang Jelas: Konsep Tuhan yang satu (Esa) tanpa perantara memberikan kepuasan spiritual bagi mereka yang mencari kemurnian tauhid.
2. Struktur dan Disiplin Hidup
Di tengah gaya hidup modern yang seringkali terasa kosong atau kacau, Islam menawarkan kerangka hidup yang sangat teratur.
- Disiplin Ibadah: Kewajiban salat lima waktu memberikan rutinitas dan ketenangan spiritual yang stabil.
- Moralitas dan Komunitas: Islam memberikan konteks moral yang kuat serta rasa persaudaraan (ukhuwah) yang sangat erat, membantu individu merasa memiliki komunitas yang mendukung.
3. Dampak Peristiwa Global (Efek Gaza)
Laporan terbaru menunjukkan lonjakan signifikan jumlah mualaf, terutama di Eropa dan Amerika, yang dipicu oleh konflik di Gaza.
- Peningkatan Hingga 400%: Beberapa lembaga mencatat kenaikan mualaf hingga 400% sejak eskalasi konflik di Palestina.
- Keteguhan Umat Muslim: Ketabahan dan keimanan masyarakat Gaza dalam menghadapi krisis memicu rasa penasaran orang luar untuk mempelajari Al-Qur’an dan akhirnya memeluk Islam.
4. Kemudahan Syarat dan Sifat Universal
- Syarat yang Sederhana: Menjadi Muslim hanya memerlukan pengucapan dua kalimat syahadat tanpa upacara atau ritual yang rumit.
- Kesetaraan Manusia: Islam tidak mengenal kasta atau perbedaan warna kulit, yang menarik bagi mereka yang memperjuangkan keadilan sosial dan kesetaraan.
Statistik Pertumbuhan Global
Menurut data Pew Research Center, Islam diprediksi menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, diperkirakan akan mencapai 3 miliar jiwa pada tahun 2060. Di Indonesia sendiri, populasi Muslim tetap yang terbesar di dunia dengan mencapai 248,6 juta jiwa pada tahun 2025.
Menurut data statistik dari lembaga riset internasional maupun lokal

fenomena ini didukung oleh berbagai data statistik dari lembaga riset internasional maupun lokal. Berikut adalah poin-poin data utamanya:
1. Pertumbuhan Global (Lembaga Riset Terkemuka)
Berdasarkan data dari Pew Research Center, Islam adalah agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia:
- Proyeksi 2060: Populasi Muslim dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 70% (dari 1,8 miliar pada 2015 menjadi hampir 3 miliar pada 2060).
- Penyalipan Populasi: Pada paruh kedua abad ini, jumlah umat Muslim diprediksi akan menyamai bahkan melampaui jumlah umat Kristiani sebagai kelompok agama terbesar di dunia.
2. Lonjakan Mualaf Terkait Peristiwa Global
Terdapat anomali kenaikan yang sangat tinggi di wilayah Barat dalam kurun waktu 2023-2025:
- Kenaikan 400%: Beberapa laporan mencatat adanya lonjakan mualaf hingga 400% di Eropa sejak eskalasi konflik di Gaza pada akhir 2023.
- Inggris & AS: Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 25% Muslim adalah mualaf. Sementara di Inggris, ketertarikan terhadap Islam meningkat drastis seiring dengan viralnya gerakan membaca Al-Qur’an di media sosial.
3. Statistik Regional (Data 2024-2025)
Data dari pusat-pusat keislaman menunjukkan angka konkret:
- Dubai (UEA): Pusat Kebudayaan Islam Mohammed bin Rashid mencatat lebih dari 3.600 orang memeluk Islam hanya dalam paruh pertama tahun 2025.
- Indonesia: Lembaga lokal seperti Mualaf Center Medan melaporkan membimbing setidaknya 155 mualaf baru sepanjang 2024, sementara di Karawang tercatat 40 mualaf baru dalam periode 2023-2024.
4. Faktor Pendorong Utama
Data menunjukkan pertumbuhan ini tidak hanya karena konversi, tetapi juga:
- Demografi: Umat Muslim memiliki usia median termuda (24 tahun) dan tingkat kesuburan tertinggi (rata-rata 2,9 anak per wanita) dibandingkan kelompok agama lain.
- Migrasi: Pergerakan penduduk ke negara-negara Barat juga berkontribusi pada peningkatan jumlah populasi Muslim di wilayah tersebut.

