
Mendidik anak dalam Islam bukan sekadar membesarkan secara fisik, melainkan sebuah amanah besar untuk menjaga fitrah mereka agar tetap lurus. Sebagai orang tua, memahami cara mendidik anak dalam Islam adalah kunci utama untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
Berikut adalah panduan praktis dan tahapan yang bisa Anda terapkan di rumah.
1. Menanamkan Tauhid Sejak Dini
Fondasi utama dalam pendidikan Islam adalah mengenalkan Allah SWT. Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, kalimat pertama yang sebaiknya didengar anak adalah kalimat tauhid. Mengajarkan tauhid membantu anak memahami bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan satu-satunya tempat bergantung.
2. Memberikan Keteladanan (Uswatun Hasanah)
Anak adalah peniru yang hebat. Jika Anda ingin anak rajin shalat, maka orang tua harus memperlihatkan ibadah tersebut secara konsisten. Menurut Imam Al-Ghazali, pembiasaan kebaikan dalam keseharian akan membekas kuat dalam jiwa anak.
3. Tahapan Mendidik Sesuai Usia (Metode Ali bin Abi Thalib)
Salah satu referensi populer dalam parenting Islami adalah rumus “7×3” dari Ali bin Abi Thalib:
- Usia 0–7 Tahun (Perlakukan Seperti Raja): Berikan kasih sayang penuh, dekati dengan kelembutan, dan jangan gunakan kekerasan fisik.
- Usia 7–14 Tahun (Perlakukan Seperti Tawanan): Mulai tanamkan disiplin dan kewajiban ibadah seperti shalat. Di tahap ini, anak diajarkan tentang tanggung jawab dan batasan.
- Usia 14–21 Tahun (Perlakukan Seperti Sahabat): Jadilah pendengar yang baik. Komunikasi dua arah sangat penting agar anak merasa nyaman bercerita kepada orang tua daripada mencari pelarian di luar.
4. Mengajarkan Adab dan Akhlak
Rasulullah SAW bersabda bahwa pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah adab yang baik. Ajarkan etika sederhana seperti berbicara sopan, menghormati orang tua, hingga mengenalkan kisah-kisah Nabi sebagai inspirasi karakter mereka.
5. Kekuatan Doa Orang Tua
Jangan pernah meremehkan doa. Dalam Al-Qur’an, banyak contoh doa para Nabi untuk keturunannya, seperti doa agar anak menjadi pendiri shalat (QS. Ibrahim: 40). Doa orang tua adalah salah satu doa yang paling mustajab dan menjadi pelindung bagi anak di dunia maupun akhirat.
Berikut adalah daftar contoh kegiatan yang ayah bunda bisa praktekkan dalam aktifitas di rumah.
Kegiatan harian yang praktis untuk memperkuat nilai Islami pada anak, disusun berdasarkan rutinitas dari bangun tidur hingga istirahat kembali:
1. Rutinitas Pagi: Membangun Koneksi dengan Sang Pencipta
- Membiasakan Doa Bangun Tidur: Ajak anak melafalkan doa bersama segera setelah mereka membuka mata. Ini mengajarkan rasa syukur atas kesempatan hidup kembali.
- Shalat Subuh Berjamaah: Untuk anak laki-laki, ajak ke masjid. Untuk anak perempuan, ajak shalat bersama Ibu di rumah. Ini melatih kedisiplinan sejak dini.
- Dzikir Pagi Sederhana: Sambil menyiapkan sarapan atau dalam perjalanan ke sekolah, ajak anak mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar.
2. Siang Hari: Menanamkan Adab dalam Aktivitas
- Adab Makan: Selalu ingatkan untuk mencuci tangan, duduk, menggunakan tangan kanan, dan membaca doa sebelum serta sesudah makan.
- Sedekah Harian: Sediakan “kotak amal” di rumah. Berikan koin kepada anak setiap hari untuk mereka masukkan sendiri. Ini melatih jiwa kedermawanan dan empati.
- Membantu Pekerjaan Rumah: Ajak anak membantu pekerjaan ringan (seperti menaruh piring kotor) sebagai bentuk pengamalan bakti kepada orang tua.
3. Sore Hari: Pembelajaran Kreatif
- Storytelling Kisah Islami: Daripada hanya menonton kartun biasa, gunakan waktu sore untuk membacakan kisah para Nabi atau Sahabat yang penuh hikmah.
- Menghafal Surat Pendek: Gunakan metode murajaah (mengulang) 1-2 ayat setiap hari setelah shalat Maghrib agar hafalan anak terjaga tanpa merasa terbebani.
4. Malam Hari: Refleksi dan Kasih Sayang
- Evaluasi Harian (Muhasabah): Sebelum tidur, tanyakan dengan lembut: “Kebaikan apa yang sudah kakak lakukan hari ini?” atau “Adakah hal yang membuat kakak sedih?”. Ini membangun keterbukaan antara anak dan orang tua.
- Membaca Surat Al-Mulk atau Ayat Kursi: Biasakan anak mendengar atau membaca ayat pelindung sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW.
- Pelukan dan Doa: Berikan pelukan hangat dan bisikkan doa ke telinga mereka saat mereka mulai terlelap. Perasaan dicintai secara emosional sangat penting bagi kesehatan mental anak.
🗓️ Jadwal Harian Anak Shalih/Shalihah
| Waktu | Kegiatan Utama | Nilai Karakter |
|---|---|---|
| 04.30 – 05.00 | Bangun Tidur & Doa | Syukur & Spiritual |
| 05.00 – 06.00 | Shalat Subuh & Dzikir | Disiplin Ibadah |
| 07.00 – 12.00 | Sekolah / Belajar | Thalabul Ilmi |
| 12.00 – 13.00 | Shalat Dzuhur & Makan | Adab & Tanggung Jawab |
| 13.00 – 15.00 | Istirahat Siang (Qailulah) | Menjaga Kesehatan |
| 15.00 – 17.30 | Ashar & Bermain/Sedekah | Empati & Sosialisasi |
| 18.00 – 19.30 | Maghrib, Ngaji & Isya | Cinta Al-Qur’an |
| 20.00 – Selesai | Adab Tidur & Doa | Evaluasi Diri |
Baca juga : Cara Mengajarkan Anak Berpuasa Pertama Kali Dengan Mudah dan Menyenangkan
Menerapkan pola asuh Islami membutuhkan kesabaran dan keistiqomahan. Dengan menggabungkan cinta, disiplin, dan doa, Anda sedang membangun investasi akhirat yang tidak akan terputus pahalanya
Baca Juga : Menu Sahur Buka Puasa Anti Lemas untuk si kecil dan keluarga


